Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti mengatakan, deflasi terjadi karena penurunan harga beberapa kebutuhan pokok. Antara lain yaitu, harga besi beton dan harga keramik atau harga cat kayu dan harga borongan bangunan atau harga paku dan harga cat tembok atau harga pipa pvc paralon dan harga tangki air atau harga wiremesh dan harga kanopi atau harga online dan harga atau 2019 daging ayam ras (0,06 persen), cabai merah (0,06 persen), telur ayam ras (0,05 persen), bawang merah (0,04 persen), cabai rawit (0,02 persen), ikan segar (0,01 persen), wortel (0,01 persen), jeruk (0,01 persen) dan bensin.

Selain itu, penurunan harga bensin non subsidi yaitu Pertamax dan Pertamax Turbo juga berpengaruh membuat deflasi Februari 2018.
"Untuk bensin, per 10 Februari kemarin ada penurunan kan ya, Pertamax dan Pertamax Turbo. Bobot Pertamax lebih tinggi dari pada Pertamax Turbo. Itu menyumbang deflasi Februari ini," ungkap Yunita di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Jumat (1/3).
Tercatat hanya kelompok bahan makanan memberikan andil deflasi sebesar 0,24 persen, sementara 6 kelompok pengeluaran lainnya sumbang inflasi masing-masing sebesar 0,01 persen terhadap deflasi nasional.